Dataradio.id| Pasir Putih 

Aksi damai warga Kampung Benda Barat RW 06, Kelurahan Cipayung, Kecamatan Cipayung, Kota Depok, yang digelar beberapa waktu lalu akhirnya mendapat respons cepat dari Pemerintah Kota Depok. Warga sebelumnya menuntut pemerintah segera melakukan revitalisasi Kali Pesanggrahan yang dinilai semakin memprihatinkan akibat longsoran sampah dari TPA Cipayung.

Dalam aksi tersebut, enam Ketua RT dan satu Ketua RW bahkan menyatakan siap mundur dari jabatan pengurus lingkungan apabila tuntutan warga tidak direspons serius oleh Pemkot Depok, khususnya Dinas PUPR.

Sehari setelah aksi berlangsung, tepatnya Minggu (10/5/2026), Wali Kota Depok, Supian Suri, didampingi anggota DPRD serta dinas terkait turun langsung melakukan pembersihan Kali Pesanggrahan.

Langkah cepat itu mendapat apresiasi dari sebagian warga. Namun, sejumlah warga Kelurahan Pasir Putih menilai tindakan pemerintah masih salah sasaran karena hanya berfokus pada pengangkatan sampah di aliran kali, bukan menyelesaikan sumber utama persoalan.

“Wali Kota Depok itu salah sasaran. Seharusnya yang diselesaikan adalah masalah utama, yakni Kali Pesanggrahan yang tertutup longsoran sampah dari TPA Cipayung,” ujar Salim (50), warga Kelurahan Pasir Putih, pada Kamis (14/5/2026).

Menurutnya, kegiatan bersih-bersih kali hanya bersifat sementara dan tidak akan menyelesaikan persoalan banjir maupun longsor sampah yang terus berulang.

Ia menilai akar masalah berada pada kondisi TPA Cipayung yang sudah melebihi kapasitas sehingga menyebabkan longsoran sampah menutup sebagian aliran Kali Pesanggrahan dan mempersempit jalur air.

“Coba lihat dampaknya. Jalan akses di Jembatan Jalan Mawar sampai terendam karena aliran air tersumbat akibat penyempitan kali,” katanya.

Salim menegaskan, solusi utama yang harus segera dilakukan pemerintah adalah pembangunan turap permanen di area TPA Cipayung, sekaligus normalisasi dan pemindahan jalur Kali Pesanggrahan ke sisi barat yang belum tertutup sampah.

“Kalau hanya angkut sampah tanpa turap total TPA, sampai kapan pun masalah banjir dan longsor sampah tidak akan selesai,” tegasnya.

Warga juga mendorong pemerintah menjadikan area kali yang telah tertimbun sampah sebagai buffer zone dengan penghijauan di sepanjang bantaran turap untuk memperkuat penahan longsor.

Selain itu, warga meminta Pemerintah Kota Depok memperkuat koordinasi dengan Pemerintah Provinsi Jawa Barat dan pemerintah pusat. Pasalnya, Kali Pesanggrahan berada di bawah kewenangan Balai Besar Wilayah Sungai Ciliwung Cisadane.

Warga khawatir jika penanganan menyeluruh tidak segera dilakukan, persoalan banjir dan longsor sampah di wilayah sekitar TPA Cipayung akan terus berulang dan semakin meluas.