Dataradio.id| Bedahan

Pertandingan final Paguyuban Perigi Bedahan Cup 1 yang mempertemukan RW 06 melawan RW 07 berlangsung sengit dan menarik di Lapangan Bola Bedahan, Jalan H. Sulaeman, Kelurahan Bedahan, Kecamatan Sawangan, Kota Depok, Selasa (18/8/2026).

Sejak peluit awal dibunyikan, kedua kesebelasan langsung tampil agresif. RW 06 dan RW 07 saling jual beli serangan dengan menerapkan permainan cepat dan penuh taktik.

Kedua tim berupaya menciptakan peluang untuk membuka keunggulan.

Namun, hingga waktu normal berakhir, tidak ada satu pun gol yang tercipta. Papan skor tetap menunjukkan kedudukan 0-0 sehingga pertandingan harus ditentukan melalui drama adu penalti.

Dalam babak tos-tosan tersebut, para algojo dari masing-masing kesebelasan bergantian mengeksekusi bola dari titik putih. Penampilan penjaga gawang RW 06 menjadi salah satu penentu kemenangan timnya.

RW 06 akhirnya keluar sebagai pemenang setelah unggul 4-1 dalam adu penalti. Hasil tersebut sekaligus mengantarkan RW 06 menjadi juara Paguyuban Perigi Bedahan Cup 1, sementara RW 07 harus puas menjadi runner-up.

Ketua RW 06, H. Wandi, mengaku bersyukur atas keberhasilan timnya meraih hasil maksimal setelah melalui proses persiapan selama sekitar dua bulan.

“Dua bulan kita satukan, Alhamdulillah bisa meraih hasil puncak dan memenangkan pertandingan walaupun lewat adu penalti. Intinya kami menjunjung sportivitas, terutama karena pemain-pemain kami masih muda,” ujar H. Wandi.

Menurutnya, secara permainan kedua tim tampil berimbang. Ia menilai pertandingan berjalan dengan kekuatan yang relatif sama, tetapi keberuntungan akhirnya berpihak kepada RW 06 saat adu penalti.

“Kalau permainan seimbang, bisa dikatakan 50-50 persen. Namun keberuntungan ada di RW 06. Dari awal memang kami memprediksi bisa masuk final dan Alhamdulillah akhirnya terwujud,” katanya.

Wandi juga mengungkapkan, mayoritas pemain yang memperkuat kedua tim masih berusia muda, dengan rata-rata usia sekitar 22 tahun. Kondisi tersebut membuat pertandingan berlangsung dengan semangat dan intensitas tinggi.

Meski demikian, ia mengingatkan para pemain maupun suporter agar tetap menjaga sportivitas dan tidak terpancing emosi selama pertandingan.

“Kalau memang bermotivasi, anak-anak jangan sampai ada gesekan atau benturan dengan lawan. Kalau kita mendapat perlakuan keras, lebih baik mengalah dan memberikan senyuman. Alhamdulillah, tidak ada gesekan. Suporter juga semuanya baik karena hubungan kami dengan RW 07 memang baik,” tuturnya.

Kemenangan RW 06 dalam laga final ini tidak hanya menjadi pencapaian di atas lapangan, tetapi juga menjadi momentum untuk mempererat hubungan antarmasyarakat melalui olahraga serta menumbuhkan semangat sportivitas di kalangan generasi muda Kelurahan Bedahan.(nez)