Dataradio.id| Depok.

Aktivis sekaligus mantan penyanyi pop era 1990-an, Neno Warisman, mengapresiasi kegiatan “Wartawan Mengaji” yang digagas oleh Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kota Depok. Kegiatan kerohanian tersebut digelar pada Jumat (13/3/2026) di halaman kantor PWI Kota Depok, Jalan Melati Raya, Depok Jaya, Kecamatan Pancoran Mas.

Dalam kesempatan tersebut, Neno Warisman menilai kegiatan yang memasuki tahun kedua ini sebagai langkah positif untuk memperkuat sisi spiritual para jurnalis sekaligus menjaga tradisi intelektual melalui tulisan.

Menurutnya, tulisan memiliki peran penting dalam membangun peradaban suatu bangsa. Ia menegaskan bahwa tidak ada peradaban besar yang lahir tanpa tradisi menulis.

“Semua tergantung pada tulisan. Tulisan adalah buah peradaban. Tidak ada peradaban yang maju tanpa tulisan. Tulisan juga menjadi perekam sejarah sehingga kita bisa melihat kembali kejayaan sebuah bangsa melalui karya yang ditinggalkan,” ujar Neno.

Perempuan yang pernah menempuh pendidikan sastra di Universitas Indonesia itu mengaku memiliki ketertarikan besar terhadap dunia kepenulisan. Ia pun mendorong para jurnalis di Depok untuk terus mengembangkan budaya menulis, bahkan hingga membentuk komunitas atau kelas penulisan.

Ia menyebut, peluang tersebut juga terbuka melalui kerja sama dengan Kementerian Kebudayaan Republik Indonesia, khususnya dalam pengembangan komunitas penulis maupun pelatihan penulisan kreatif.

“Saat ini kita sangat membutuhkan penulis, terutama untuk penulisan skenario film. Jika teman-teman PWI Depok memiliki gagasan membentuk kelas menulis, komunitas, atau pelatihan, itu sangat baik dan harus diwariskan kepada generasi berikutnya,” katanya.

Neno bahkan berharap PWI Depok dapat menjadi motor penggerak gerakan literasi dan kepenulisan di Kota Depok. Ia menilai kegiatan “Wartawan Mengaji” yang memadukan kekuatan spiritual dan intelektual merupakan kombinasi yang sangat kuat.

“Ada dua kekuatan besar di sini, yaitu tulisan dan spiritualitas. Kita berharap tulisan yang lahir nantinya tidak hanya informatif, tetapi juga membangun nurani dan nilai-nilai ketuhanan,” tuturnya.

Di tengah berbagai tantangan zaman, mulai dari kondisi ekonomi hingga pesatnya perkembangan teknologi, Neno mengingatkan agar masyarakat tidak meninggalkan budaya menulis dan refleksi spiritual.

Ia mengibaratkan kegiatan yang dilakukan PWI Depok sebagai upaya menanam benih kebaikan bagi masa depan.

“Walaupun besok kiamat, kita tetap harus menanam satu benih. Saya yakin kegiatan tahun kedua PWI Depok ini adalah upaya untuk terus menanam kebaikan,” ujarnya.

Neno berharap kegiatan “Wartawan Mengaji” yang digagas PWI Depok dapat terus berlanjut dan memberi manfaat bagi masyarakat luas, sekaligus memperkuat peran jurnalis sebagai penjaga peradaban melalui tulisan.(nez)