Dataradio.id | Pasir Putih

Upaya normalisasi Kali Pesanggrahan yang terdampak timbunan material longsoran sampah Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Cipayung terus dilakukan Pemerintah Kota (Pemkot) Depok melalui Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK).

Pantauan di lapangan pada Minggu (9/8/2026), sedikitnya lima alat berat dikerahkan untuk mengangkat lumpur dan material yang menghambat aliran Kali Pesanggrahan. Aktivitas tersebut menjadi perhatian warga yang berharap normalisasi tidak hanya mengatasi sedimentasi, tetapi juga mengembalikan fungsi aliran sungai dan mencegah banjir kembali.

Tiga alat berat sesng mengangkat lumpur dan material yang menghambat aliran Kali Pesanggrahan.

Selain alat berat milik DLHK, sejumlah alat berat dari Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Kota Depok juga terlihat berada di sekitar Jalan Raya Mawar, akses penghubung menuju Kelurahan Cipayung.

Keberadaan alat berat di lokasi tersebut memunculkan harapan warga agar akses jalan yang selama ini terdampak genangan dan luapan Kali Pesanggrahan dapat segera kembali digunakan.

“Lebih banyak nongkrongnya alat berat di sini. Saya pribadi berharap Pemerintah Kota Depok melalui Dinas PUPR terus bergerak, mumpung cuaca panas dan kondisi air sedang surut sehingga pekerjaan bisa lebih mudah dan mempercepat harapan kami untuk bisa melintas di jalan ini,” ujar Bejo, warga RT 01/04, Kelurahan Pasir Putih, Sawangan Depok, saat ditemui di lokasi.

Menurut Bejo, dalam beberapa pekan terakhir pemerintah memang telah menurunkan sejumlah alat berat untuk membantu proses normalisasi Kali Pesanggrahan. Namun, ia berharap pekerjaan tersebut tidak berhenti sebatas pengangkatan lumpur akibat banjir yang menurutnya telah berlangsung selama bertahun-tahun.

Bejo juga menyoroti kondisi ekosistem perairan di sekitar lokasi. Saat alat berat bekerja dan air menjadi keruh, sejumlah ikan terlihat mengalami mabuk. Kondisi tersebut dimanfaatkan warga untuk menangkap ikan menggunakan jala.

“Bayangkan saja, saat alat berat diturunkan ke lokasi ini, banyak ikan yang mabuk akibat air menjadi keruh. Warga juga banyak mendapatkan ikan. Bahkan ada ikan mujair yang diperkirakan beratnya mencapai dua kilogram dan jumlahnya cukup banyak di rawa yang tergenang ini,” ungkapnya.

Ia menduga keberadaan ikan berukuran besar di kawasan rawa tersebut berkaitan dengan kondisi genangan yang telah berlangsung cukup lama akibat aliran Kali Pesanggrahan yang tidak berfungsi secara optimal.

Menurut Bejo, kondisi tersebut sekaligus menunjukkan bahwa persoalan Kali Pesanggrahan tidak hanya menyangkut sedimentasi, tetapi juga berkaitan dengan lingkungan dan kehidupan masyarakat di sekitar bantaran sungai.

Karena itu, ia meminta Pemkot Depok tidak berhenti pada kegiatan pengerukan lumpur. Normalisasi secara menyeluruh dinilai penting agar kapasitas aliran sungai kembali optimal, risiko banjir berkurang, serta ekosistem perairan dapat kembali berfungsi.

“Untuk itu, saya meminta pemerintah segera menormalisasi Kali Pesanggrahan agar ekosistem lingkungan kembali normal, banjir tidak lagi menghantui kami, dan akses jalan juga bisa lebih cepat dibuka apabila Jalan Mawar ini sudah dapat dilalui warga,” pungkas Bejo.

Hasil pantauan lapangan menunjukkan, proses pengerjaan masih berlangsung. Warga berharap momentum cuaca panas dan debit air yang relatif surut dapat dimanfaatkan pemerintah untuk mempercepat pekerjaan sebelum kembali memasuki periode dengan curah hujan tinggi.(nez)