Dataradio.id| Serua

Kegiatan Program Wisata Keberagaman yang diikuti warga Kelurahan Serua, Kecamatan Bojongsari, Kota Depok, berakhir duka. Seorang peserta bernama Sofiah (50), warga RT 03 RW 01 Kelurahan Serua, meninggal dunia setelah mengalami kecelakaan di area parkir Masjid Agung Banten, pada Sabtu (4/7/2026).

Peristiwa nahas itu terjadi sekitar pukul 10.30 WIB usai rombongan melaksanakan ziarah di kawasan Masjid Agung Banten. Berdasarkan keterangan yang dihimpun, bus yang terlibat dalam kecelakaan bukan merupakan bus sewaan rombongan Kelurahan Serua, melainkan bus lain yang sedang terparkir di lokasi.

Saat itu, korban bersama anaknya sedang beristirahat di area parkir sambil menunggu waktu untuk kembali menaiki bus rombongan. Diduga, pengemudi bus yang hendak keluar dari lokasi parkir tidak mengetahui ada korban berada di belakang kendaraan. Ketika bus bergerak dan berbelok, korban terjepit di bagian belakang bus hingga mengalami luka berat.

Korban sempat berada dalam kondisi sadar ketika dievakuasi oleh petugas menuju klinik terdekat. Namun, karena mengalami luka serius, korban kemudian dirujuk ke rumah sakit. Dalam perjalanan menuju rumah sakit, Sofiah dinyatakan meninggal dunia.

Setelah menerima kabar duka tersebut, panitia rombongan segera berkoordinasi dengan pihak Kelurahan Serua untuk menjemput jenazah menggunakan ambulans dan memulangkannya ke Kota Depok.

Lurah Serua, Ikhwan, mengatakan dirinya menerima informasi mengenai peristiwa tersebut sekitar pukul 11.00 WIB. Ia kemudian memperoleh kabar bahwa korban meninggal dunia setelah sempat mendapatkan penanganan medis.

“Saya mendapat informasi sekitar pukul 11.00 WIB. Ini merupakan musibah yang tidak kita harapkan. Ke depan tentu akan menjadi bahan evaluasi agar pelaksanaan kegiatan serupa dapat berlangsung lebih aman,” ujar Ikhwan usai menghadiri pemakaman korban.

Menurut Ikhwan, peristiwa tersebut terjadi di area parkir, bukan saat rombongan sedang dalam perjalanan di jalan raya. Ia menilai kejadian itu murni merupakan musibah, namun seluruh pihak tetap perlu meningkatkan kewaspadaan, terutama saat aktivitas naik dan turun kendaraan di lokasi yang ramai.

Sementara itu, perwakilan perusahaan otobus (PO) yang busnya terlibat dalam kecelakaan diketahui telah mendatangi kediaman keluarga korban sebagai bentuk tanggung jawab dan belasungkawa atas musibah tersebut. Informasi yang diperoleh menyebutkan, bus tersebut berasal dari sebuah PO di wilayah Jakarta Utara.

Pihak keluarga menerima kejadian tersebut sebagai sebuah musibah dan berharap peristiwa serupa tidak kembali terjadi.

Diketahui, rombongan Kelurahan Serua memberangkatkan 16 bus yang mengangkut peserta dari empat RW dalam Program Wisata Keberagaman. Program tersebut merupakan bagian dari alokasi dana kegiatan kemasyarakatan yang bersumber dari anggaran Pemerintah Kota Depok. Kegiatan ini bertujuan mempererat silaturahmi, memperkuat toleransi, serta membangun kebersamaan antarwarga melalui kunjungan ke berbagai tempat ibadah.

Musibah yang menimpa salah seorang peserta menjadi perhatian berbagai pihak. Peristiwa ini diharapkan menjadi bahan evaluasi terhadap aspek keselamatan, pengawasan peserta, serta penerapan standar operasional dalam setiap kegiatan yang melibatkan masyarakat dalam jumlah besar, khususnya di area parkir dan titik-titik yang memiliki potensi risiko kecelakaan.(nez)