Dataradio.id | Bedahan

Insiden yang terjadi pada pertandingan Turnamen Sepak Bola Antar-RW Paguyuban Perigi-Bedahan Cup I di Kelurahan Bedahan, Kecamatan Sawangan, Kota Depok, pada Minggu (2/8/2026), diupayakan diselesaikan melalui mekanisme restorative justice atau penyelesaian secara damai. Langkah tersebut ditempuh agar turnamen dapat kembali dilanjutkan dengan aman dan kondusif.

Kericuhan terjadi saat laga antara RW 05 melawan RW 04 di Lapangan Bintang Fajar, Jalan H. Sulaeman, Perigi, Kelurahan Bedahan. Berdasarkan keterangan panitia, insiden bermula ketika selebrasi salah seorang pemain memicu emosi suporter lawan hingga berujung aksi pengeroyokan yang terjadi secara spontan.

Menindaklanjuti kejadian tersebut, unsur Forum Koordinasi Pimpinan Kecamatan (Forkopimcam), panitia, tokoh masyarakat, serta aparat keamanan menggelar musyawarah pada Senin (3/8/2026) di Aula Kelurahan Bedahan.

Musyawarah dihadiri Camat Sawangan Anwar Nasihin, Lurah Bedahan Sukron Makmun, Kapolsek Bojongsari-Sawangan Kompol Fauzan Thohari, Danramil 05 Sawangan Mayor Infanteri Dwi Pamuji, Ketua LPM Bedahan Rizal Antoni, Ketua Paguyuban Perigi-Bedahan Bodon, para ketua RW, tokoh pemuda, dan panitia turnamen.

Dalam kesempatan itu, Ketua Paguyuban Perigi-Bedahan, Bodon, mengakui masih terdapat kekurangan dalam pelaksanaan turnamen dan berharap persoalan dapat diselesaikan secara kekeluargaan.

“Mohon maaf jika saya berbicara di sini tentunya rasanya masih banyak hal-hal yang mesti ada tambahan dari Pak LPM. Kami sebagai perwakilan Paguyuban Perigi Bedahan. Berharap sekali untuk kebijakan-kebijakan apa yang memang sudah terjadi di lapangan kita mengakui itu mungkin kelalaian atau kesalahan dari kami sebagai paguyuban yang mungkin yang namanya di lapangan terkadang tidak seperti teori yang kita lakukan.”ucapnya.

Ia juga memohon dukungan kepolisian agar proses mediasi berjalan lancar.
“Saya berharap kepada Pak Kapolsek untuk mengerti keadaan itu dan memohon segala sesuatunya menjadi mudah. Minta bantuan Pak Kapolsek untuk memudahkan kami untuk bisa mencabut BAP dari pelapor.”pintanya.

Menurut Bodon, turnamen diselenggarakan untuk memeriahkan Hari Ulang Tahun ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia sekaligus mempererat silaturahmi masyarakat Perigi dan Bedahan. Ia menjelaskan, kegiatan tersebut merupakan aspirasi para ketua RW dan masyarakat yang kemudian diwujudkan melalui kesepakatan para tokoh untuk menggelar Turnamen Paguyuban Perigi-Bedahan Cup I.

Pihak paguyuban berharap kompetisi tetap dapat dilanjutkan setelah proses musyawarah selesai sehingga seluruh rangkaian pertandingan hingga penyerahan hadiah kepada para juara dapat terlaksana sesuai rencana.

Menanggapi hal tersebut, Kapolsek Bojongsari-Sawangan Kompol Fauzan Thohari menegaskan bahwa kepolisian mendukung penyelesaian perkara melalui mekanisme restorative justice agar turnamen dapat kembali bergulir.

“Kegiatan ataupun permasalahan kemarin sebetulnya Polri juga harus bisa mencermati tentunya ini karena kekilafan kita pun ada aturannya Pak di peraturan kepolisian itu. Tepatnya di Perpol Nomor 8 Tahun 2021 itu ada namanya restorative justice.”terangnya

Kapolsek menjelaskan, restorative justice merupakan mekanisme penyelesaian perkara pidana dengan melibatkan pelaku, korban, keluarga kedua belah pihak, tokoh masyarakat, tokoh agama, tokoh adat, serta para pemangku kepentingan untuk mencapai penyelesaian yang adil melalui perdamaian dan pemulihan keadaan seperti semula.

“Silahkan kami sangat senang apabila permasalahan ini bisa diselesaikan dengan restorative justice tersebut.”imbuhnya.

Kompol Fauzan menambahkan, pihaknya telah melakukan pendekatan kepada pelapor serta memerintahkan jajaran Intelkam dan Reskrim melakukan cooling system kepada kedua belah pihak guna mendorong tercapainya kesepakatan damai.

Selain itu, Polsek Bojongsari-Sawangan menyatakan siap membantu pengamanan apabila turnamen kembali dilanjutkan.
“Kami siap mendukung proses kesepakatan damai tersebut.”terangnya

Kapolsek berharap proses mediasi segera menghasilkan kesepakatan sehingga pertandingan perempat final hingga final Turnamen Paguyuban Perigi-Bedahan Cup I dapat kembali berlangsung dengan aman, tertib, serta menjadi momentum mempererat persatuan masyarakat dalam memeriahkan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia.(nez)