Dataradio.id|Pengasinan 

Pemerintah Kota Depok resmi meluncurkan Kampung Gelari Pelangi (Gerakan Keluarga Indonesia dalam Peningkatan Kualitas Pendidikan dan Pengelolaan Ekonomi) di RW 12, Kelurahan Pengasinan, Kecamatan Sawangan, pada Rabu (15/7/2026). 

Program yang mengusung tema Pesta UMKM dan Literasi Ekonomi Keluarga, Pendidikan Hebat, Ekonomi Mandiri itu diresmikan langsung oleh Wali Kota Depok, Supian Suri.

Peluncuran tersebut turut dihadiri para camat se-Kota Depok, lurah se-Kecamatan Sawangan, jajaran perangkat daerah, TP PKK, serta masyarakat setempat.

Usai meresmikan Kampung Gelari Pelangi, Wali Kota Depok Supian Suri didampingi Cing Ikah, Camat Sawangan Anwar Nasihin, dan rombongan meninjau sekaligus melakukan panen raya di kebun yang dikelola warga RW 12. Salah satu komoditas unggulan yang dipanen adalah bayam Brazil, yang telah diolah menjadi berbagai produk bernilai ekonomi.

Ketua RW 12 Kelurahan Pengasinan, Budi Marsyafli, mengatakan keberhasilan Kampung Gelari Pelangi tidak lepas dari kolaborasi seluruh elemen masyarakat. Menurutnya, kesejahteraan lingkungan hanya dapat terwujud apabila seluruh warga memiliki semangat kebersamaan dan saling mendukung.

“Kalau ingin lingkungan sejahtera dan ekonomi masyarakat meningkat, dibutuhkan kerja sama semua pihak. Kami menyatukan seluruh potensi warga melalui satu kegiatan bersama sehingga semua memiliki semangat yang sama,” ujarnya.

Budi menjelaskan, berbagai kelompok masyarakat yang ada di wilayahnya, mulai dari Kelompok Tani, Kelompok Wanita Tani (KWT), remaja, PAUD, Posyandu, Posbindu hingga pelaku UMKM, kini terintegrasi dalam Program Kampung Gelari Pelangi.

Menurutnya, program tersebut menjadi wadah untuk mendorong masyarakat, khususnya kaum perempuan, agar mampu meningkatkan perekonomian keluarga melalui usaha mandiri berbasis potensi lokal.

Salah satu produk unggulan RW 12 adalah olahan bayam Brazil. Tanaman tersebut kini telah dikembangkan menjadi berbagai produk makanan, seperti keripik, abon, nugget, stik bayam, hingga aneka makanan siap saji yang dipasarkan melalui UMKM warga.

“Alhamdulillah masyarakat sangat antusias. Bayam Brazil kini tidak hanya dijual sebagai sayuran, tetapi sudah diolah menjadi berbagai produk yang mampu menambah penghasilan warga. Bahkan setiap kelompok UMKM memiliki merek dagangnya masing-masing,” kata Budi.

Ia menambahkan, bayam Brazil dipilih karena memiliki tekstur lebih baik dibanding bayam biasa serta kandungan gizi yang tinggi. Produk-produk olahan tersebut juga telah mengantongi Nomor Induk Berusaha (NIB) dan Sertifikat Halal, sehingga siap dipasarkan lebih luas.

Budi menegaskan keberhasilan Kampung Gelari Pelangi bukanlah hasil kegiatan seremonial semata. Program tersebut telah berjalan sekitar satu setengah tahun sebelum akhirnya ditetapkan sebagai lokasi percontohan.

“Kami tidak ingin sekadar seremoni. Program ini sudah berjalan lama, sudah ada produksi dan hasil nyata. Baru setelah semuanya terbukti, kami berani memperkenalkannya kepada masyarakat luas,” ungkapnya.

RW 12 sendiri memiliki lahan seluas sekitar 1.150 meter persegi yang dimanfaatkan sebagai kawasan pertanian terpadu. Sebagian lahan dikelola kelompok tani untuk budidaya perikanan, sementara sisanya dimanfaatkan Kelompok Wanita Tani untuk membudidayakan bayam Brazil dan berbagai jenis sayuran lainnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP3AP2KB) Kota Depok, Citra Indah Yulianty, berharap Kampung Gelari Pelangi dapat terus berkembang dan memberikan dampak nyata terhadap kesejahteraan masyarakat.

“Harapan kami program ini tidak berhenti sebagai seremoni, tetapi benar-benar mampu menumbuhkan perekonomian keluarga dan menjadi inspirasi bagi wilayah lain di Kota Depok,” ujarnya.

Ia menjelaskan, penyelenggaraan Kampung Gelari Pelangi merupakan kolaborasi antara TP PKK, Pemerintah Kota Depok melalui DP3AP2KB, serta merupakan bagian dari program nasional yang didukung pemerintah pusat untuk memperkuat ketahanan keluarga melalui pendidikan, pemberdayaan perempuan, dan peningkatan ekonomi masyarakat.(nez)