Dataradio.id| Bedahan

Wakil Wali Kota Depok, Chandra Rahmansyah, menemukan sejumlah pelanggaran serius saat inspeksi mendadak (sidak) ke dapur program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kelurahan Bedahan, Kecamatan Sawangan, Senin (20/4/2026).

Dalam sidak tersebut, Chandra mengungkap kondisi dapur MBG jauh dari standar kelayakan. Beberapa dapur bahkan tidak memiliki fasilitas dasar seperti tempat pengering peralatan makan, hingga tidak tersedianya instalasi pengolahan air limbah (IPAL).

“Di dapur, oven tempat pengering saja tidak ada. Bahkan IPAL juga tidak tersedia, sehingga limbah langsung dibuang ke badan air. Ini jelas berpotensi merusak lingkungan,” tegas Chandra.

Temuan itu disampaikan saat dirinya menghadiri acara tasyakuran usai pelantikan serentak Ketua RT dan RW di kediaman Ketua RW 02, Maralih, Jalan Jabon, Bedahan.

Atas berbagai pelanggaran tersebut, Pemerintah Kota Depok berencana memberikan sanksi tegas berupa penghentian sementara (suspend) terhadap dapur MBG yang tidak memenuhi standar.

“Kami tidak ingin makanan yang diberikan kepada anak-anak dan kelompok rentan justru tidak terjamin keamanannya,” ujarnya.

Chandra juga menegaskan bahwa program MBG merupakan bagian dari kebijakan pemerintah yang menggunakan anggaran negara, sehingga harus diawasi bersama, termasuk oleh masyarakat.

“Warga juga harus ikut mengawasi. Ini program pemerintah dengan anggaran APBN, jadi tidak boleh ada kelalaian,” katanya.

Selain menyoroti temuan di lapangan, Chandra turut menyinggung masih adanya persoalan pelayanan dasar yang langsung dilaporkan warga kepadanya, mulai dari akses kesehatan hingga pendidikan.

Menurutnya, kondisi tersebut menunjukkan sistem pelayanan publik di tingkat bawah belum berjalan optimal.

“Seharusnya persoalan seperti itu bisa diselesaikan di tingkat RT, RW, lurah, hingga camat. Tidak perlu langsung ke wali kota atau wakil wali kota,” jelasnya.

Ia pun menekankan peran strategis RT dan RW sebagai ujung tombak pelayanan masyarakat, khususnya dalam memastikan akses terhadap layanan dasar.

“Pastikan tidak ada lagi warga yang kesulitan mendapatkan layanan kesehatan maupun pendidikan. Ini bagian dari upaya kita mewujudkan keadilan sosial bagi seluruh masyarakat,” tandasnya.

Chandra berharap, melalui momentum tersebut, seluruh pemangku kepentingan di wilayah Bedahan dapat memperkuat koordinasi dan meningkatkan kualitas pelayanan publik di tingkat akar rumput.(nez)