Jakarta, drnews – ZTE Corporation, penyedia solusi teknologi informasi dan komunikasi terkemuka secara global, berhasil memborong tiga penghargaan bergengsi pada ajang Selular Award 2026. Acara yang diselenggarakan pada 8 Juni 2026 di Menara Peninsula Hotel, Jakarta, ini mengukuhkan kontribusi dan inovasi ZTE dalam memajukan teknologi jaringan berbasis kecerdasan buatan (AI) di tengah percepatan transformasi digital dan pengembangan 5G di Indonesia.
Penghargaan yang diterima oleh ZTE dari Selular Media Network (SMN) – penyelenggara program apresiasi industri telekomunikasi sejak 2003 – meliputi tiga kategori utama:
- Best AI Technology Fixed Wireless Access
- Best AI Network Ecosystem
- Best Native AI Baseband
Kemenangan ini secara kolektif mencerminkan kapabilitas ZTE di seluruh spektrum teknologi jaringan, mulai dari akses broadband, pengembangan ekosistem, hingga infrastruktur inti.
Kevin Fang, Marketing Director ZTE Indonesia, menyatakan bahwa transformasi digital saat ini menuntut jaringan yang lebih cerdas dan adaptif. “Melalui inovasi berbasis AI yang telah kami kembangkan—dari akses broadband hingga infrastruktur inti—ZTE berkomitmen untuk menghadirkan solusi jaringan yang siap memenuhi tuntutan konektivitas di era AI dan 5G-Advanced,” ujar Kevin. Ia menambahkan bahwa penghargaan tersebut memotivasi perusahaan untuk terus memberikan inovasi yang menciptakan nilai bagi industri, pelanggan, dan masyarakat.
Mendukung Pertumbuhan Ekonomi Digital Indonesia
Penghargaan ini datang pada saat industri telekomunikasi Indonesia memasuki fase krusial dalam perjalanan transformasi digitalnya. Data dari laporan e-Conomy SEA 2025 menunjukkan bahwa pendapatan aplikasi berbasis AI di Indonesia tumbuh sebesar 127% secara tahunan, menjadi tingkat pertumbuhan tertinggi di Asia Tenggara. Selain itu, 80% pengguna di Indonesia berinteraksi dengan aplikasi AI setiap hari.
Di sisi infrastruktur, GSMA Intelligence memproyeksikan bahwa investasi 5G di Indonesia berpotensi menyumbang hingga USD 41 miliar bagi Produk Domestik Bruto (PDB) nasional antara tahun 2024 hingga 2030. Momentum ini menyoroti peran strategis 5G sebagai fondasi konektivitas yang mendukung pertumbuhan ekonomi digital.
Untuk mendukung kebutuhan tersebut, ZTE terus berinovasi di seluruh rantai nilai teknologi jaringan. Di sisi akses, ZTE menyediakan solusi Fixed Wireless Access (FWA) bertenaga AI yang dirancang untuk memperluas konektivitas berkecepatan tinggi secara efisien.
Selain itu, ZTE juga membangun ekosistem terbuka yang mengintegrasikan AI, konektivitas, komputasi awan, dan berbagai teknologi digital lainnya. Pada tingkat infrastruktur inti, ZTE menanamkan kapabilitas AI secara native langsung ke dalam baseband. Pendekatan ini memungkinkan jaringan menganalisis, mengoptimalkan, dan beradaptasi secara cerdas dan real time, sekaligus mempersiapkan jaringan untuk tuntutan era 5G-Advanced.
Ke depan, ZTE berkomitmen untuk memperdalam kolaborasi dengan berbagai mitra di Indonesia, sejalan dengan visi negara ini untuk menjadi salah satu ekonomi digital terkemuka di Asia Tenggara. ZTE akan terus mempercepat transformasi digital nasional melalui inovasi berbasis AI dan teknologi jaringan generasi mendatang.
